panduan makanan bayi 6-12 bulan

gara-gara internet gua jadi tahu banyak. mau tau tentang sesuatu, cukup googling aja. dan sejak hamil gua seneng cari info tentang kehamilan dan bayi. banyak banget info yang gua dapat dari internet maupun dari buku primbon, jadi.. ayo, membaca!

secara felice bentar lagi boleh makan, gua lagi rajin cari info tentang makanan bayi. trus nemu deh website bagus tentang mpasi nih: http://mami-deven-mpasi.blogspot.com/.
nah dari website ini, banyak info baru yang sebelumnya gua bener-bener gak tau, sekarang jadi tau, seperti: ikan baru boleh 12 bulan ke atas.
di bawah ini udah gua ketik ulang *nyontek dari websitenya mami deven of course* panduan makan bayi mulai 6-12 bulan.

6 bulan
Boleh:

  • ASI.
  • Serealia: beras merah, beras putih, havermuth.
  • Sayuran: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu, zucchini.
  • Buah: pisang, alpukat, apel, pir.

Belum boleh:

  • Daging dan makanan mengandung protein.
  • Ikan dan kerang.
  • Susu sapi dan produk susu olahan.

7-8 bulan
Boleh:

  • ASI.
  • Serealia: lanjutkan yang sebelumnya. Perkenalkan maizena.
  • Sayuran: asparagus, wortel, bayam, brokoli, sawi, kembang kol, bit, lobak, kol.
  • Buah: mangga, peach, blewah, timun suri.
  • Biskuit bayi.
  • Daging dan makanan yang mengandung protein: ayam, hati ayam, sapi, tempe, tahu.

Belum boleh:

  • Ikan dan kerang.
  • Susu sapi dan produk susu olahan.

9-12 bulan
Boleh:

  • ASI.
  • Beras/sereal jenis apa saja.
  • Sayuran: buncis, kapri, kacang panjang, labu.
  • Buah: nanas, kiwi, mangga, melon.
  • Protein: ayam, sapi, hati.
  • Produk susu olahan: keju cheddar, yoghurt untuk bayi.
  • Finger food: potongan buah, biskuit.
  • Jus buah yang tidak terlalu asam.

Belum boleh:

  • Ikan dan kerang.
  • Susu sapi.

Alasan kenapa ikan baru diberikan di usia 12 bulan ada di artikel yang gua dapat dari tabloid-nakita.com.

Tunda Protein Tinggi

Pemberian makanan tambahan atau padat biasanya sering menimbulkan alergi pada bayi. Terutama yang mengandung protein tinggi seperti ikan laut. Alergi bisa muncul berupa gatal-gatal di kulit, bintik kemerahan seperti biang keringat tapi kering (eksim) di lipatan-lipatan tubuh, atau pulau-pulau kecil kemerahan di pipinya. Ada juga yang terserang diare atau batuk-batuk.

Karena itu, saran Nuraini, bila dalam keluarga terdapat riwayat alergi seperti asma atau gatal setelah makan ikan laut, pemberian makanan yang kira-kira mengandung protein tinggi sebaiknya ditunda dulu. Jangan beri pada saat usia bayi masih 6 bulan, tapi tunggu hingga usianya mendekati setahun. “Tanpa riwayat alergi pun, pemberian makanan berprotein tinggi sebaiknya dilakukan pada usia 8 bulan ke atas untuk menghindari alergi di usia dini seperti batuk-pilek, gatal-gatal atau biduran.”

Kalau dari kecil anak sudah sering terpapar alergi, tendensinya bisa ke arah asma, batuk pilek yang berulang. Semua ini dapat mengganggu nafsu makannya. Biasanya anak yang sering batuk pilek jadi sulit makan karena di tenggorokannya banyak terdapat lendir dan mudah muntah. Akhirnya, asupan makanannya tak mencukupi dan berat badannya tak kunjung naik.

Sebetulnya dengan bertambahnya usia, daya tahan tubuh anak terhadap zat alergi semakin membaik. Alhasil, makin lama reaksi alerginya akan semakin berkurang. Namun, ada juga sebagian kecil yang menetap walau tak sehebat di masa kecil. Oleh karena itu, hindari alergi yang bisa muncul di usia dini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s